Berapa biaya jalan-jalan Backpacker ke Turki?



Belum lama ini saya rampung ngetrip dari Turki dan pada suatu perjumpaan dengan teman-teman di acara nikahan sahabat sempat disuguhi pertanyaan perihal pengalaman, tips dan budgeting kesana. “Habis berapa, fan? “Nginep dimana?” “Visanya gampang nggak?” dan lain sebagainya. Saya juga menerima pertanyaan yang sama lewat dm di sosial media yang masuk dari teman-teman. Nah, lewat blog ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman siapa tahu bisa menjadi referensi teman-teman yang ingin jalan-jalan ke Turki tanpa tour ala backpacker. Sekalian latihan nulis juga nih karena lagi belajar bagaimana mengulas catatan traveling yang informatif. So, welcome to my post!

***
Awalnya saya berpikir kalau Turki itu apa-apa serba mahal secara sudah masuk wilayah Eropa, ternyata, kalau tidak dikatakan murah, setidaknya masih terjangkau lho. Ya kita juga harus menyadari bahwa standar mahal atau murah itu relatif, karena setiap orang punya style travelingnya masing-masing. Ada yang minimalis, ada yang hedonis, ada yang luxury travel, ada yang budget travel.



Sebagai traveler on budget, saya rasa Turki masih lebih ramah di kantong dibanding Singapura, Jepang atau Korea (dari hasil pengalamn teman meskipun kedua negara terakhir saya sendiri belum pernah kesana). Pada Oktober 2019 lalu, nilai tukar lira terhadap USD sedang lemah di angka 1 TL = Rp2,400 dan berpengaruh sekali dengan pengeluaran saya selama ngetrip. Kurs sekarang pun juga nggak jauh-jauh dari segitu.

Turki adalah salah satu negara yang enak banget buat ngetrip mandiri karena semuanya serba mudah. Mulai dari akses transportasi dalam dan antar kota, serta keramahan dan pesona yang disuguhkan. Budayanya menarik, sejarahnya menarik, kotanya menarik, alamnya splendid.

Suasana di Istiklal street yang gak pernah sepi

In short, selama 8 Hari berkunjung ke 3 kota yaitu Istanbul – Cappadocia - Ankara saya menghabiskan kurang lebih 10 juta rupiah ALL IN sudah termasuk tiket pesawat PP, Biaya Visa dan lodging. 

Bahkan sudah nyukup buat makan disana, dan udah termasuk biaya transport dari kota tinggal saya ke Jakarta. Menurut saya pribadi pengeluaran tersebut relatif murah mengingat jarak Jakarta-Istanbul memakan waktu kurang lebih 12 jam penerbangan yang biasanya belum dihitung waktu transit. Well, kalo ini sih tergantung maskapainya. Kalau saya kemarin transit dahulu di Muscat karena naik Oman Air.
Detailnya langsung saja yok kita break down, jangan kelamaan.

1. Tiket Pesawat Jakarta – Istanbul

Kalau bicara pengeluaran jalan-jalan antar negara, yang biasanya bikin kantong jebol sih tiket pesawat. Makanya saya memasukkan ini ke list pertama. Gimana dong kalau pingin murah? Aktif mencari informasi, jeli dan bersabar hunting tiket promo.
Harga normal tiket penerbangan dari Jakarta – Istanbul biasanya dibanderol mulai 10-15 juta untuk maskapai full service. Setahu saya sih ke negara-negara lain di Eropa pun segitu umumnya.



Saya sendiri kemarin menyambar harga promo untuk rute Bandara Soekarno Hatta (CGK) – New Istanbul Airport (IST) senilai 4,7 juta PP naik Oman Air yang saya booking lewat Traveloka. Maskapai ini sudah full service dengan fasilitas meals on board, bagasi 30 KG dan in flight entertainment. Sejauh ini pakai Oman Air nyaman dan waktu itu saya berdampingan dengan jamaah umroh dari Indonesia. 

Tentu saja kalau ingin dapat harga bagus harus booking dari jauh-jauh hari. Pengalaman saya kemarin dapat promo karena traveloka lagi ada diskon jor-joran waktu itu. Saya nggak jadi member dan nggak punya miles dan poin, jadi benar-benar murni dapat dari voucher diskon yang semua user bisa redeem. So, semuanya bisa mendapat kesempatan yang sama. Cuman biasanya sih cepet-cepetan ya guys karena sangat terbatas.

Umumnya kita bisa dapat harga murah kalau pergi di waktu low season (Autumn atau Winter), utak-utik pakai Skyscanner, coba bisa cari-cari keberangkatan dari Singapura atau KL, atau coba ikuti promo sale di situs maskapainya langsung. Pastikan internet kenceng. Kalau dapat harga yang sudah kamu harapkan, jadwalnya pas, dan anggaran tersedia, gak usah mikir lama karena kesempatan tidak datang dua kali. Hehe. 

Tiket Istanbul – Kayseri/Nevşehir

Ini berlaku kalau kamu memasukkan Cappadocia/Goreme ke dalam bucketlist start dari Istanbul. Jalan-jalan ke Turki tapi enggak berkunjung ke Cappadocia, sayang banget nggak sih? Makanya saya suka heran mendengar cerita traveler yang hanya menghabiskan waktunya ubeg-ubeg di Istanbul doang. Padahal Turki bukan cuman Istanbul. Bagi saya, Cappadocia itu WAJIB disambangi karena surga dan splendid banget alamnya. Uang kamu insha allah well-spent banget pokoknya kalo kesana.





Cara menuju ke Cappadocia dari Istanbul bisa ditempuh dengan darat atau pun pesawat. Kalau lewat darat bisa nyampe 10-15 jam pakai bus. Kalau waktunya terbatas kayak saya, bisa naik pesawat domestik yang hanya butuh waktu 1 jam penerbangan.

Baca Juga: Indahnya Edensor di Cappadocia, Turkey

Kemarin saya naik Turkish Airlines melalui rute dari Sabiha Airport (bandara di sisi Asia) menuju Kayseri’s Erkilet Airport (ASR), seharga 130 TL (Rp.330,000). Sesampainya di bandara Kayseri saya langsung minta shuttle dari pihak hostel yang jaraknya sekitar 1 jam ke penginapan di Goreme.

Kalau teman saya waktu itu sih mengambil rute flight dari Istanbul ke Izmir dahulu, sebelum eksplore Selcuk, Pamukkale dan lanjut naik bus ke Göreme. Harga penerbangan domestik ternyata masih relatif terjangkau.

2. Biaya Membuat e-Visa

Turki adalah salah satu negara yang paling nggak ribet untuk urusan visa bagi kita pemegang paspor garuda. Gampang BANGET dan dijamin approve! Tinggal isi saja form di web resminya disini https://www.evisa.gov.tr/en/



Nggak perlu ke kedutaan, nggak perlu submit rekening koran, nggak perlu surat sponsor, isi detail nginep dimana kerja apa dan sebagainya. Disitu kita tinggal isi nama, paspor dan tanggal lahir kemudian bayar via CC. Voila, E-visa langung dikirim lewat surel. Biaya membuat e-visa senilai 25 USD atau sekitar 360 ribu rupiah.

3. Lodging

Normalnya harga hotel untuk kamar single ekonomi dibanderol 400-800 ribu semalam. Makin mahal makin joss fasilitasnya -- itu pasti. Kalau ngetrip berdua enaknya bisa ngambil double room bisa share cost. Lewat Airbnb juga jadi pilihan oke kalau ngetrip ramean.

Karena kemarin trip sendiri, saya memilih hostel selain bisa menghemat dan masak di dapurnya (walau kadang gak banyak masak juga sih), bisa ngobrol sesama traveler lainnya. Ada kesempatan dapat teman baru kalo nginep di hostel.

Di Istanbul, saya menginap di Antique Hostel sultanahmet yang semalamnya 250 ribu, sudah include breakfast juga dan yang paling penting dekat dengan pusat kota. Mantap viewnya. Murah. Hanya 5 menit jalan kaki ke Haghia Sophia.
Di Cappadocia, saya menginap di Dorm Cave by Travellers seharga 125ribu/malam. Disana banyak hostel dengan model cave yang antik. Recommended buat backpacker. Dekat dengan pusat kota, staf nya ramah, bersih, dapat sarapan dan teh gratis pula. Yang paling penting sih nggak bikin kantong jebol.




Kalau ingin join-join paket tour Cappadocia tinggal tanya sama resepsionis. Referensi lain bisa cek-ceki sendiri di situs penyedia reservasi lodging ya. Saya sendiri lebih suka booking.com karena bisa bayar di hari H dan bebas biaya pembatalan. Untuk kenyamanan, wajib mencari lodging yang nilai reviewnya di atas 8 bila perlu 9. 

Pengen gratis? Cari koneksi dan host lewat couchsurfing buat cari teman orang lokal, tapi saya sendiri belum pernah berpengalaman untuk yang satu ini karena saya nggak enakan orangnya. Jadi nggak bisa ngasih tips banyak. Mungkin suatu saat kepengin nyoba hehe.

4. Transportasi

Tram T1, uniknya kereta ini melaju berdampingan dengan jalan raya, mobilnya juga lewatan dipinggirnya. Tetap tertib

Transportsi di Turki terbilang canggih dan convenient. Di Istanbul, saya commute pakai transportasi umum agar lebih hemat dengan Istanbulkart, kartu elektronik semacam Singapore Tourist Pass/Ezlink. Saya membelinya lewat mesin cetak otomatis sewaktu landing di bandara IST. Tinggal isi saldo secukupnya. Saya isi 50 TL untuk jaga-jaga di awal sebelum saya gunakan untuk naik bus bandara ke kota. Busnya nyamane poll.

Nama busnya HAVAIST. Ada terus setiap 30 menit sekali dan tarifnya 18 TL atau 45 ribuan dari bandara ke kota. Cari saja jurusan Sultanahmet dan biasanya ini rute paling populer di kalangan turis. Duduk manis sekitar 1 jam, bus akan langsung turun didepan Sultanahmet Square. Dari situ pesona Haghia Sophia dan Blue Mosque langsung menyapa kehadiran kamu. “İstanbul'a hoş geldiniz! Welcome to Istanbul!”



Istanbulkart ini bisa dipakai untuk naik tram, bus, funicular dan feri dalam kota Istanbul saja.

Sekali tap juga nggak mahal, dikenakan tarif 2,5 TL atau 6 ribuan saja untuk naik tram T1. Kalau misal saldonya habis, bisa diisi ulang di stasiun pemberhentian metro di area Sultanahmet atau Emoninu dll. Di ankara ada lagi namanya ankarakart atau beli tiket single trip. Kalau antar kota sih saya naik bus, misalnya sewaktu perjalanan dari Goreme Nesvehir ke Ankara, begitu juga dari Ankara ke Istanbul.

5. Makanan

Keuntungan berkunjung ke negara yang mayoritas muslim, kita gak perlu ribet untuk urusan makan karena pasti terjamin kehalalalnya. Sebagaimana yang teman-teman tahu, kebab sudah menjadi ciri khas makanan Turki. Saya pernah beli kebab di sebuah street food, rupanya sizenya gede banget, sampai saya habiskan dalam dua kali santapan.

Salad, roti-rotian, tomat dan cai sudah menjadi suguhan sehari-hari. Karena lidah saya yang jowo ini, saya masih belum bisa lepas dari nasi-nasian. Makanya, saya selalu memprioritaskan perut terisi nasi dibanding roti-rotian. Btw, turkish cay nikmat sekali dan bikin ketagihan.

Normalnya sih kalau jajanan streetfood semacam roti simit itu dijual sekitar 4 lira, jagung rebus 3 Lira, dan kebab-kebab disini mulai 8-15 Lira. Itu pun sudah lumayan bikin kenyang. Saya pernah makan menu nasi-nasian dan ayam semur dan di bill sekitar 25-35 TL di sebuah restoran. McD juga di angka sekitar 15-25 TL. Saya pernah makan di sekitaran karakoy nasinya banyak banget, daging dan dapat cay + roti cuman habis 13 TL saja.

6. Lain-lain

Masuk museum atau lain-lainnya juga perlu dipertimbangkan. Urusan internet saya beli kuota dari Indonesia waktu itu saya beli roaming dari t**el paket Umroh 7 Hari 230 ribu untuk 5 GB, cukup buat whatsapp dan map, selebihnya kalau mau posting di media sosial mengandalkan wifi dari lodging. 

Termasuk tiket wisata, misalnya tiket masuk ke Haghia Sophia 72 TL, masuk ke Topkapi Palace juga sama 72 TL. Tiket masuk ke Ephesus juga kalau kalian ke Pamukkale. Kalau ingin naik Hot Air balloon di Cappadocia juga ada harganya sendiri, lumayan mahal tapi sepadan dengan pengalaman yang didapatkan yaitu sekitar 2,4 jutaan.



Ada banyak museum di Turki dan tentu saja nggak semua dari kalian tertarik ke museum, kan? Kalau saya sendiri kemarin hanya ke dua museum utama yaitu Haghia Sophia, Basilica Cistern sisanya keliling kota, naik feri ke Prince Island dan public park yang gratis.

Sekian dulu dari saya. feel free to ask di kolom komentar, guys. Semoga bermanfaat ya buat kamu yang berencana liburan kesana! Thanks for reading, and see you on the next post!

3 comments

  1. kunci utama hemat jalan2 ke eropa emang tiket promo yah.. tanpa tiket promo, biaya membengkak lumayan euy..

    penasaran kebab gedenya.. saya pecinta kebab dan kalau ke turki nanti yang akan saya hunting pertama kali adalah kebab originalnya haha..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. sangaat. tiket promo adalah kountji kalo mau trip jauh gini,,

      bwanyaak sekali, mas. yang paling fenomenal Testi Kebab yang disajikan pas di pot kecil berapi,,

      Makasihh sudah mampiir ms Bara... 😆

      Delete
  2. Kalau menyimak biaya di tulisan ini, kayaknya gaya perjalanan kita mirip-mirip ini haha. Aku kayaknya bahkan bisa lebih hemat kalau pake CS buat akomodasinya. Dulu pas mata uang sana jeblok aku sempat kepikiran buat "ngeborong" buahaha. Dikomporin temen-temen, tapi berhubung jalannya ntah kapan belum jelas, ya wes gak jadi. :D

    ReplyDelete

Silakan beri pendapatmu tentang tulisan ini, dan bagikan pengalamanmu di komentar ya! Terima kasih :)