Jelajah Pantai Eksotis di Puerto Galera, Philippines

Pesawat Cebu Pasific yang saya naiki mendarat di Ninoy Aquino International Airport (NAIA), Manila pukul 6 pagi. Butuh waktu sekitar 5 jam penerbangan dari Soekarno Hatta. Alhamdulillah, Filipina! Menjadi negara ke-8 yang saya kunjungi dalam 3 tahun terakhir. Juga menjadi negara ke-4 yang saya singgahi secara solotrip setelah Turki. Masih belajar lah. Kali ini sengaja nyolo lagi karena memang sedang haus belajar traveling secara mandiri. hehe. (Baca juga: 8 Tips Solo traveling untuk pemula)


Di tulisan ini, saya mau berbagi pengalaman saya ngetrip ke Filipina oktober lalu, menjelajahi salah satu pulau underrated bernama Puerto Galera, di Mindoro Island. Saya belum pernah ke Filipina, saya tertarik mengunjunginya karena negara ini sepertinya cocok bagi pengagum pantai, penasaran dengan pesona pantai pasir putihnya dan pulau-pulaunya yang terkenal indah itu.



Seperti biasa, kali ini bermula dari hasil hunting tiket promo. Saya berhasil mengamankan tiket Cebu Air seharga 800 ribu PP dari yang normalnya sekitar 2-4 jutaan. Dibayar dengan sisaan saldo PayPal yang sudah lama tak terpakai. Timbang mengendap, mending diredeem tiket pesawat, ya kan? What a deal!

Sampe mana tadi, oh ya. landing ya... Jadi, setelah urusan imigrasi beres, saya bergegas ke money changer untuk menukarkan dolar yang saya bawa dari Indonesia. Permintaan peso kecil sekali di Jakarta, langka, jatuhnya anjlog ratenya, tarik tunai lewat ATM katanya juga jelek. Saya pikir membawa USD adalah pilihan terbaik. Berbeda dari bandara umumnya yang biasanya ngecharge gede, disini ratenya bagus juga. Saya menukar USD 120 dulu, dan dapat 6.114 peso (1 peso=Rp.272). Rate yang bagus.

Manila, First Impression

Kesan pertama begitu keluar bandara, wah, Manila ini mirip Jakarta banget! Pas saya post di status wa story, temanku bilang mirip di Kuningan. Emang iya sih. Panasnya, kejam macetnya, dan suasananya. Transportasi dan tatanan kota saya pikir di Jakarta lebih maju dan tertata. Orang-orangnya apalagi, kalau ini mah semua orang sudah pada tahu ya kalau wajah-wajah pinoy ini mirip sekali sama kita. Enaknya sih, Filipino ini fasih sekali berbahasa Inggris. Tentu saja ini menjadi kemudahan bagi saya yang demen banget nyasar ini.

Akan kemana saja saya selama 4 hari? Yang masuk bucketlist teratas di Filipina sebenarnya Coron - Palawan, salah satu pulau terbaik di Filipina. Pengeeen banget Island hopping disana, berendam di airnya. Tapi gara-gara persiapan mendadak dan nggak dapat tiket feri 2Go kesana, harga tiket domestik ternyata di luar budget, akhirnya saya pun memutuskan beach tour ke Puerto Galera dan menikmati dua hari terakhir city tour di Manila. Ternyata seru juga!


Transportasi dari Bandara NAIA ke City center

Keluar dari bandara, langsung ke Bay 8, saya menemukan banyak pilihan menuju ke pusat kota. Mulai dari yellow dan white Taxi yang harganya berkisar 350 peso (98ribuan) sampai ke Makati. Ada juga bus sekitar 100 peso, dan UBE Shuttle Bus premium sekitar 300 peso.

Saya memilih opsi yang paling hemat dengan naik Airport Loop bus mini berwarna putih yang harganya 20 Peso saja (Rp.5,500) sampai di Pasay City, kawasan metronya. Dari pasay ini sudah bebas ada banyak opsi menuju ke destinasi kota. Mulai bus antar kota, jeepney dan MRT yang menghubungkan ke pusat. Murah-murah kok transportasi umumnya.

Cara menuju Ke Puerto Galera dari Manila

Karena tujuan saya dari hari pertama ini langsung ke Puerto Galera. Begitu turun di Pasay, saya kemudian langsung naik jeepney 10 Peso (Rp.2,700) ke Buendia. Jeepney dan tricycle, dua angkotan umum tradisional yang sangat ikonik di Philippines. Menyebar dimana-mana. begitu turun di terminal bus Buendia, saya langsung membeli bus lagi seharga 197 Peso (50ribuan) tujuan ke Batangas Pier. Setelah menempuh perjalanan darat sekitar 3 jam sambil ngantuk-ngantuk ayam, Dari Batangas lanjut menyebrang dengan boat ke Muelle Pier seharga 300 Peso.


Kalau sudah nyampai di Muelle, nanti bisa naik tricycle ya guys ke penginapan kalian masing-masing. Kalo boleh jujur sih, transportasi umum disana agak ribet dan berantakan. Makanya sebagai upaya terhindar dari scam, saya hampir selalu bertanya ke officer yang bertugas. Filipino ini ramah-ramah kok.

Pesona Puerto Galera dan Pasir Putihnya 



Mendengar nama Filipina yang ada di benak saya sebelumnya memang pasir putih dan gugusan kepulaunnya. Banyak orang yang memilih untuk liburan ke El-Nido atau Boracay, ternyata Puerto Galera bisa menjadi pilihan alternatif lho kalau kamu suka mantai dan diving. Gilasih, Pasirnya putih, pulaunya masih sepi, dan disini surga bagi divers. Bisa island hopping juga dan snorkeling. Ada juga beberapa waterfall, tapi saya kurang berminat karena lihat fotonya kayak gitu doang kayaknya bagusan curugnya Purwokerto. Hehe.


Saya menginap selama 3hari 2 malam di Dahilig resort di daerah Palangan. Semalemnya 180 ribu. Fasilitasnya oke. Murah. Suasananya tenang dan chill sih. Hostnya juga ramah dan bisa ngasih banyak informasi wisata. Untuk jalan-jalan keliling pulau, saya sewa motor biar explore kemana-mana mudah sekitar 350 peso per 24 jam.

Indahnya White Beach


Salah satu pantai yang paling populer di Puerto Galera adalah White Beach. Warna airnya kalau dari kejauhan tampak tosca segar. Disini beneran putih sih pasirnya. Buat berenang mantap karena ombaknya tidak begitu besar. Bisa ngapain saja di White Beach? Bwanyaak. Mulai dari Island Hopping, Snorkeling., Scuba Diving, Jet Skis, Banana Boats, Windsurfing, Kayaking, Parasailing.


Pantai-pantai yang berderet di Puerto Galera memang mirip di Indonesia, tapi yang menurut saya lebih berkesan, lebih tenang, lebih rindang dan banyak pohon kelapa yang berjajar karena pulaunya dikelilingi hutan tropis, pasir putihnya juga seperti bedak bayi. Poin plusnya juga lebih bersiiiiih no sampah. Less touristy daripada Boracay or El-Nido.


Nah di white Beach ini kalian bisa kok bersantai ria dan nongkrong di resortnya. Gratis ya masuk kesini. Disana mulai tersedia pilihan kuliner dengan harga yang cukup terjangkau.

Sabang Beach


Kalau ini foto suasana pagi di Sabang Beach. Namanya Indonesia sekali, ya. Banyak turis-turis asal Korea dan China kesini untuk diving. Saya pribadi kurang begitu suka dengan pantai ini. Kesan pertama kali kesana pagi-pagi sudah terasa tidak nyaman, rupanya disini menjadi kawasan "gelap" dan dunia malam. Saya cukup sering melihat para bule-bule yang bergandengan tangan dengan gadis-gadis Filipino. Pantainya agak kotor, agak kurang rekomen sih.


Jalanan aspal di Puerto Galera sudah mulus dan sudah banyak transportasi umum baik jeepney dan tricycle. Foto diatas mengingatkan saya pada suasana jalanan di Karimun jawa. Pelabuhannya malah bagus dan tertata lho. Suasana kota juga memadai layaknya kota-kota kecil pada umumnya, kalau ingin mencari kebutuhan sehari-hari tersedia kok disana. Ohya, kalau menyewa motor, perhatikan jalannya di sisi kanan ya, bukan di kiri. Saya kemarin sempat shock karena kebiasaan nyetir sisi kiri di kampung. Disana banyak kok tersedia pom bensin juga.

Aninuan Beach yang Eksotis


Selain white beach, favorit saya adalah Aninuan Beach. Lokasinya memang searah dengan pantai pasir putih. Sekilas mengingatkan saya pada pantai Sendiki di Malang Selatan. Setelah melihat 'taksi' tricycle berseliweran, saya baru ingat kalau saya sedang di Filipina. Ombaknya kecil, enak buat berenang. Angin yang berhembus, dahan-dahan pohon kelapa yang bergoyang membuat saya semakin asik berlama-lama. Nikmat banget kalau tiduran, sambil baca buku di bawah rindangnya pohon menikmati viewnya. Tempat paling membuat saya relaks. Lagi-lagi saya hanya menemukan segelintir orang yang kesini. masih less touristy. Hidden gem banget lah pokoknya.




Pantai-pantai di Puerto Galera memang kalah jauh kalau dibandingkan dengan pesona Indonesia Timur. Tapi ada kesan sendirinya kok. Akses transportasi di dalam pulau ini terbilang mudah. Quiet. Cocok buat yang ingin mencari ketenangan.

Mangyan Village, Desa suku asli pedalaman di Mindoro

Rumah khas suku mangyan
Saya berbincang-bincang dengan warga lokal dan menyambangi Mangyan Village, sebuah desa wisata di Talipanan, Mindoro. Hanya beberapa menit dari White Beach. Disanalah tempat dimana suku asli Mangyan tinggal, dan membuat gubuk-gubuk. Sekilas tentang suku mangyan, jadi dulunya mereka adalah penduduk pesisir yang ikut berdagang dengan orang Cina, kemudian mereka pindah ke pedalaman dan pegunungan supaya terhindar dari pemukim asing, Spanyol. Menginjakkan kaki di desa ini, saya merasakan suasana seperti di desa terpencil di Jawa. Mereka mambuat kerajinan tangan yang unik yang dipamerkan di gubug-gubug mereka untuk kemudian dijual ke turis atau ke Manila.


Nito, Seni dan kerajinan tangan khas suku Mangyan
Tidak hanya jejalah pantai, ternyata saya bisa menemukan sebuah perjalanan dengan nilai-nilai kearifan lokal yang memperkaya pengetahuan saya tentang Filipina. Hari terakhir, saya kembali ke Port Balatero, dan membeli tiket untuk balik ke Batangas, untuk kemudian ngebus lagi ke Manila. Saya akan menikmati dua malam terakhir di Manila.
the smile of Filipino kids, in Mindoro
Puerto Galera bisa menjadi alternatif buat kamu yang ingin mencari pantai yang dekat dengan Manila. Meski pun gagal ke Coron, Palawan, saya bersyukur diberi kesempatan untuk melihat-lihat betapa banyak keseragaman yang dimiliki antara Filipina dan Indonesia. Sampai disini dulu, guys, trip Manila nanti akan saya ulas di artikel berikutnya. Thanks for reading!

Semua foto adalah dokumentasi pribadi.
Berkunjung pada : Oktober, 2019
Ditulis oleh : Rifan Jusuf

23 komentar

  1. Waaaah pantai-pantainya bersih yaaaa :O

    Saya ke Filipina so far cuma ke Manila saja, belum pernah main-main ke pantai atau pulau di sana~ hehehe. Jadi sementara waktu saya ikut jalan-jalan melalui bacaan di blog ini dulu yaaaa. Keep update mas, tulisannya baguuus :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, bwanget, untuk urusan perawatan dan kebersihan pantai, pemerintah sana bagus pengelolaannya.

      Wah, iya, lebih suka jalan-jalan kota, ya? Makasih mbakk sudah menikmati tulisanku. ditunggu postingan berikutnya ya..

      Hapus
  2. Salfok ke resortnya yang seharga satu bed hostel di Singapura wakakakak. Aku kalau bisa ke Filipina pengen nyobain Seven Falls Zipline. Mau diet dulu, biar gak berat-berat banget haha. Semoga bisa segera main ke Filipina.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, filipina masih ramah backpacker lah...wk
      wahh, i literally just googled that,, kayaknya seruu jugaa melayang2 di udara haha.. Amiin

      Hapus
  3. Kaget juga membaca bahwa ada Pantai Sabang di Filipina. Tapi, ya, mungkin ini jadi penegasan kalau kita ini satu rumpun secara budaya dengan Filipina. :D

    Btw, ceritanya seru sekali. Nicely written :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Pengalaman kesana, saya berkali-kali disangka filipino dan nggak berasa seperti turis sama sekali wk.

      Wah, terima kasih banyak, mas. I really appreciate your time. hehe

      Hapus
  4. wah, harganya murah2 ya, mulai dari transportasinya, penginapannya juga,, mirip2 kaya di Indonesia, suasananya juga.. Tinggal hunting tiket promonya aja nih biar total murahnya haha..

    Jalan di sisi berbeda dg di Indonesia pasti emang menyulitkan sih awalnya, pengen ngerasain juga kaya gitu haha..

    Btw, Filipina ini negara yang paling pgn kukunjungi di Asean. Kalau liat dari foto-foto tentang Filipina ini banyak pantai2 yang bagus kaya di Indonesia, trs landscape dan budayanya juga unik2..

    Pengen ke sana tapi belakangan aja deh, soalnya pgnnya lama, kalau bisa sebulanan biar bisa jelajahi semua tempat kecenya :D ..

    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya koh,mas. nggak habis pikir bisa seramah itu di kantong. haha

      WAAH mantap itu mas pastinya kalau sebulan, buat anak yang galau mantai kayak saya pasti menyenangkan... Mas yang sudah jelajah seantero nusantara pasti bisa lebih objektif membandingkan antara keindahan Indonesia dan Filipina..

      amiin, semoga segera terlaksana ya mas!

      Hapus
  5. Kayaknya memang benar ya kalau Filipina satu dua sama indonesia. Selain perawakan penduduknya, juga daerah-daerahnya. Jadi, selama ke Filipina habis berapa duit tuh? Kayaknya seru dan bisa jadi alternatif jalan-jalan yang bikin tenang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, agak2 mirip.. Kemarin masih bibawag 3 lah bro all in haha..
      Puerto galera ini adem dan tenang. Thanks for visiting!

      Hapus
  6. Pada berpendapat sama ya, mas, pada bilang mirip-mirip Indonesia nih Filipina. Tapi sensasi yang berbeda dong. Jadi penasaran pingin ngerasain langsung ke sana, soon :) Hehe...

    Salam Kenal,
    @terryselvy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada sensasinya berbeda, karena dikeliling bahasa Tagalog yang aku nggak ngerti. haha. Amiin. Thanks for reading mbak terry!

      Hapus
  7. wah keren banget nih pantainya... bersih jugaaaa

    BalasHapus
  8. Waaaaaaaaahh aku ke Filipina justru menghindari pantai dan laut. Lha di sini banyak ehehehe. Jadilah melipir ke Vigan. Bener memang Manila itu macetnya kejam. Masih terbayang naik taksi online dari Makati ke Shoes Museum hampir dua jam. Sampai tidur pulas dan bangun belum sampai juga. Tapi pengen balik lagi ke sana ke pulau-pulau lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah saya malah ke filipina cuma mau mantai dan mulau saja wkw..
      I know right? Masih mending jakarta ya macetnya mas,. Harus, mas.. Coron itu must visit...

      Hapus
  9. Such an amazing place!

    Mabuhay filipins!
    Pantainya indah, lingkungannya asri, warganya ramah
    Padang can't relate~

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes indeeed..

      hehe.. padang juga pastinya lebih kece alam,budaya dan terutama kulineranya..thanks for visiting my blog haha

      Hapus
  10. Wah, foto-fotonya itu bikin ngiler. Keren banget pantainya! Btw, jalan-jalan di sana menangkap kata-kata yang mirip bahasa Indonesia, nggak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank u mbak. Menangkap, yg saya ingat cuman 'ako' dan "ito" ya.. sayang cuman sebentar mbak, jadi tidak mempelajari lebih dalam bersama orang lokalnya hehe

      Hapus
  11. Kok murah-murah yahhh

    Jadi pengen ke Filipina. gw dulu transit doang di Filipina. Jadi gak tau kaya apa negaranya.

    BalasHapus

Silakan beri pendapatmu tentang tulisan ini, dan bagikan pengalamanmu di komentar ya! Terima Kasih