8 Tips Solo Traveling Untuk Pemula, Mulai dari Mana?

Bagi sebagain orang, jalan-jalan sendirian adalah hal yang menyeramkan. "Kalo di culik gimana? Kalau nyasar gimana? Nggak bisa bahasanya, dsb" Biasanya orang yang bilang demikian karena belum pernah mencobanya. Dulu, saya termasuk orang yang memiliki kekhawatiran yang sama, akhirnya, saya pun mencobanya, dan boom! ternyata seru dan nagih juga.

Sejauh pengalaman saya, solo traveling adalah jenis jalan-jalan yang tidak hanya menyenangkan, tapi personal. Tidak hanya jalan-jalan ke destinasi, tapi memberi pengalaman seru untuk pengembangan diri dan mengenal potensi diri. Lebih enak juga, simpel, karena kita bebas menjadi diri kita sendiri tanpa ada yang ngatur-ngatur, nggak perlu nungguin, kita bebas berjalan sesuka hati. Saya suka kalau jalan bareng-bareng, semakin dewasa, saya semakin paham bahwa saya juga tipikal orang yang bisa asik kalau ngetrip sendirian.

Raja Lima, Nusa Penida
Meskipun saya juga masih terbilang baru sama dunia jalan-jalan yakni tiga tahun terakhir, bolehlah ya berbagi tips biar menambah-nambah referensi hehe. Di postingan ini, saya mau membagikan 8 tips solo traveling untuk pemula, buat kamu yang baru kepengin mulai, atau sekedar ingin mencari motivasi untuk segera merasakan sensasinya.

1) Belajar miliki sense of curiousity

Sebelum memulai solo trip, cobalah bertanya ke diri sendiri, seberapa besar sense of curiousity kamu. Rasa penasaran penting, beberapa orang bahkan bisa menemukan goal travelingnya karena ini. Agar traveling menjadi lebih memiliki makna dan pembelajaran. Hubungan curiousity dan traveling itu saling bergandengan (hasyaah, ngomong apa). Seseorang bisa tergerak hatinya untuk traveling karena kepengin melihat sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya, belum pernah dicoba sebelumnya, atau belum pernah dirasakan. Misalnya, saya penasaran dengan ambience suatu kota, saya penasaran dengan sistem transportasi di negara maju, saya penasaran dengan makanan lokalnya, atau saya penasaran dengan seperti apa rasanya musim dingin. Di mulai dari rasa penasaran yang kuat, perjalanaan akan terasa semakin mengesankan dan nikmat. Atau mungkin sekedar penasaran sama diri sendiri, “Bisa nggak ya, gue ngetrip sendirian? Dia aja bisa, masa gue enggak?’. Nah,ini lebih mantap. Challenge yourself.


2) Ikutan sharing-cost trip atau ngetrip bersama sahabat

Kalau belum pede, mulailah karir ngetrip dari orang-orang terdekat dahulu, dan belajar dari mereka. Kalau saya sih dulu sama teman-teman kuliah ngetrip ramean. Teman saya jago banget nyari tiket promo, booking hotel dan ini itunya, saya pun belajar dari dia caranya. Tadinya saya selalu dipesankan, hingga akhirnya bisa kemana-mana atur sendiri dan lebih nikmat. Biasanya sih dalam sebuah grup pasti ada minimal satu atau dua yang berpengalaman. Dari sharing-cost trip kita bisa dapat teman-teman baru dan belajar bagaimana ngatur perjalanan.


3) Mulai dulu dari yang dekat-dekat, dari hal-hal sederhana

China Town, Singapore
Nggak harus ke keluar negeri kok, Indonesia saja luas dan indah banget. Sebelum mbolang ke 8 negara (Alhamdulillah, hal yang paling saya syukuri dalam hidup sejauh ini), saya memulainya dengan keliling Jawa dan Bali. Dan itu benar-benar step by step. Jalan-jalan mancanegara pertama saya adalah Singapura dan Malaysia waktu itu bersama teman-teman. Nggak ngerti apa apa tadinya bagaimana cara beli tiket, atau booking hotel. Lama-kelamaan bisa sendiri. Saya memulai solo trip pertama di Penang dan Malaysia, lalu terakhir setelah nyalinya cukup terkumpul, saya nekat ke Turki seorang diri. Solo traveling dimulai dari kebiasaan kita melakukan hal-hal sederhana dan aktifitas sehari-hari secara mandiri. Solo traveling adalah seberapa akrab kita berkawan dengan diri sendiri. Kalau kamu tipe orang yang nggak bosenan sama diri kamu sendiri sih pasti akan sukses nantinya. Lagi pula, being alone is a fact, kata seorang teman. It always depends on the story you make. 


4) Bergabung komunitas backpacker, sharing dengan sesama traveler

with my travel mates from BPI, Kawah Ijen, Jawa Timur
Ini juga sangat ngebantu. Dari grup-grup traveler kita bisa mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, baca pengalaman orang lain dan disitu bisa bertanya seputar apa pun tentang traveling. Saya mengikuti dua grup di facebook, backpacker Nusantara dan Backpacker Internasional. Ingin kemana tinggal cari pagai tagar, ada semua pengalaman teman-teman kita disana yang dibagikan setelah ninggalin jejak kemana. Pesolo travel terkenal ramah, kalau sama-sama suka jalan-jalan biasanya obrolannya nyambung. Dari situlah koneksi kita akan terhubung. Keberadaan grup-grup traveling memperkaya wawasan seputar dunia jalan-jalan.


5) Aturlah budget dan itinenary

Ini penting sekali, dulur. Kalau kamu tipe-tipe orang yang suka ngeplan, ini menjadi bagian yang bisa melatih diri pastinya. Biar kita nggak out of budget. Eh tahu tahu ada pengeluaran mendadak dan jebol. Itinenary memudahkan kita menjadi lebih terencana dan mempersiapkan backup plan. Biar kita nggak ngeblank, bahkan untuk perjalanan antarnegara ini sangat dibutuhkan untuk proses visa. Untuk urusan itinerary, kembali ke masing-masing orang sih stylenya. Kalau saya sih, biasanya cuman garis besarnya saja dan tidak mendetail banget.


6) Harus yakin dan percaya diri

Menjangan Island, West Bali
Indeed, because you do it all by yourself, you carry yourself. Bangun percaya diri dimulai dari poin yang saya sebut sebelumnya. Yakin dan pede adalah modal yang akan menjadi pembelajaran paling bernilai. Nggak usah takut bakal digarong, tapi selalu waspada. Naluri kita sebenarnya yang lebih mengerti apakah kita merasa aman atau dalam bahaya. Ketemu stranger pun sama, kita pasti ngertilah mana orang yang punya niat buruk dan baik. Saya sih selalu yakin, kalau kita niatnya baik, biasanya akan dipertemukan dengan orang-orang baik. Dan Tuhan selalu bersama para pejalan.


7) Bawa wardrobe secukupnya, sesuai kebutuhan 

Tak perlu ribet untuk barang bawaan. bawalah yang penting sesuai kebutuhan. Untuk packing, memang ada seninya tersendiri. Kalau saya selalu meletakkan dokumen dan uang pada prioritas yang paling pertama. Baru setelahnya pakaian, alat mandi, dan peralatan lainnya. Saya juga hanya membawa tas backpack, lebih simpel dan gak perlu geret-geret dan enak kalau buat jalan-jalan. Jangan bawa barang-barang yang mencolok. perhiasan, uang dan kartu-kartu ATM usahakan dipisah. Dan jangan lupa agar selalu Aman, stay online, jangan pakai public wifi. Saya sih selalu mengunduh map offline sebelum memulai trip. Membantu saya kalau tiba-tiba sinyal hilang. Kalau untuk urusan transaksi yang mewajibkan pakai keamanan, saya pakai VPN, misal booking-booking penginapan dsb. Sudah banyak pengalaman yang dibobol kartu kreditnya, jadi harus tetap waspada ya. 


8) Bergaul dengan warga lokal, exchange learning

Sewaktu nginep di hostel di Goreme. Loco, Pelin dan Leyla
Travelling is also about meeting with new people. Dengan cara ini yang membikin perjalanan nggak membosankan. Carilah informasi pada warga lokal seputar hal-hal yang membuat kamu penasaran. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari tempat yang kita singgahi. Bahasanya, budayanya atau pun sekedar mengenal aktifitas mereka. Kalau kamu nimbrung sama warga lokalnya, selain lebih seru, ini menambah pembelajaran betapa unik ragam dan budaya mereka.

Ada yang mau nambahin nggak? Bagikan di kolom komentar ya. 
Terima kasih sudah membaca!

5 comments

  1. Di antara semua itu, yang paling susah adalah atur budget dan itinerary. Soalnya ini utuh usaha plus plus. Harus browsing-browsing, cari info. Banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak dyah. Saya sampe skrg masih harus menghabiskan bertab-tab browser untuk nyari info, bikin itin dan budget.. Budgeting adalah nomor satu karena bikin kita nggak panik pas di jalan. anw, thanks for commenting! :D

      Delete
  2. solo traveling tu menyenangkan bgt.. tapi ada 1 hal mencolok yang mengganggu, susah dapetin foto diri sendiri yang bagus karena gak ada yg fotoin wkwkwk..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget ini, mas. haha. belum tentu kalo minta foto orang hasilnya sesuai wkw. apalagi saya yg jarang bawa tripod dan segala macemnya. :D

      Delete
  3. Enaknya traveling sendiri itu adalah kita bebas mau singgah dimana aja. Kalo ama rombongan, kadang temen-temennya malah malas buat gerak ke tujuan selanjutnya.

    ReplyDelete

Silakan beri pendapatmu tentang tulisan ini, dan bagikan pengalamanmu di komentar ya! Terima kasih :)