5 Tips Penting Sebelum Mendaki Kawah Ijen Untuk Pemula

Kawah Ijen saat siang hari (dok pri)


Mendengar nama Banyuwangi di Jawa Timur, rasanya memang kurang lengkap jika tidak menyebut Kawah Ijen. Suguhan Kawah Ijen ini memang sejak dahulu istimewa dan langka, terus menjadi tujuan wisata favorit domestik hingga buronan turis mancanegara. Jangan heran kalau kadang-kadang turis njaba malah lebih familiar dengan Ijen Volcano dibanding nama Banyuwanginya.

Sudah bukan rahasia lagi, fenomena blue fire terkenal hanya ada dua tempat di dunia. Satu di Islandia, yang satu lagi di Banyuwangi Jawa Timur, di Indonesia tercinta ini. Sudah tahu fakta unik ini?

Proses api biru ini terjadi dimulai dari fumarol (lubang pada kerak bumi) yang menghembuskan kurang lebih 10 ton gas vulkanik per hari, dan mengepulkan asap belerang. Belerang liquid sangat panas sehingga mulai terbakarlah lapisan tadi dan menyemburkan nyala api biru elektrik. Begitu kata para ahli sains.

Lewat postingan ini, saya mau berbagi sedikit tips dan 5 hal penting yang perlu diketahui sebelum mendaki ke Kawah Ijen dari pengalaman. Barangkali ada teman pembaca yang sedang riset tentang Ijen dan persiapan sebelum kesana, harapannya postingan ini bisa menambah referensi.

1. Kawah Ijen, apakah aman untuk pendaki pemula?

Kawah Ijen berada di daerah Blambangan, diantara Banyuwangi - Bondowoso Jawa Timur, dengan ketinggian 2,386 MDPL. Dengan ketinggian sekian, Kawah Ijen ini saya pikir cocok lah untuk pendaki pemula sekalipun, seperti saya misalnya.

Sebenarnya Ijen ini terhitung ramah kok untuk pemula. Jalurnya juga terbilang mudah. Dan nggak berbatu. Kalau memang concern banget, atau sama sekali belum pernah mendaki sebelumnya, saya sarankan jasa guide lokal yang bisa kalian cari di pos paltuding. Atau kontak jasa tur via online banyak kok, genks.

Alasan ingin ke kawah Ijen karena memang saya senang menghabiskan waktu menghirup udara pegunungan dan rindu banget main ke alam. Sudah cukup lama juga saya enggak mendaki. Apalagi warna toscanya Ijen memang keren, punya daya tarik tersendiri.

2. Bagaimana Cara Menuju ke kawah Ijen?

Api biru kawah ijen (Photo by: Mohammadi)

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, cara menuju ke kawah Ijen ini bisa ditempuh lewat darat maupun udara.

Berhubung tinggal di Jawa tengah, saya sendiri kesana dengan naik kereta api tujuan Surabaya Gubeng, lalu dari Stasiun Surabaya Gubeng melanjutkan perjalanan lagi sekitar 6 jam turun di Stasiun Karangasem.

Kalau sudah turun di St. Karangasem (St. Banyuwangi Baru), sudah banyak kok penginapan, tour ke Ijen atau sewa motor. Ini stasiun yang paling dekat dengan Banyuwangi kota.

Kalau via udara, bisa langsung ambil penerbangan ke Bandara Internasional Banyuwangi. Kalau mau naik pesawat, saran saya jangan turun bandara Juanda di Surabaya. Dari Sidoarjo ke Banyuwangi masih jauuuh sekitar 10 jam darat lagi genks.

Sesampainya di Banyuwangi kota, bisa langsung ke pos pendakian pos paltuding. 

3. Berapa jam buat sampai ke puncak Kawah ijen?



Kalau yang ini memang relatif. Tergantung dari kecepatan kamu mendaki juga. Dari pengalaman kami sih jalan santai bisa ditempuh dalam 2-3 jam. Kami malah mulai start jalan dari pukul 9 pagi dan sampai puncak pukul 10.30. Karena siang jadi memang lebih bisa fokus di jalan dan cepat nyampe.

Dan waktu itu nggak dingin-dingin banget sih. Sejuk malah. Pas. Paling seru waktu sebelum sampai puncak wih, pemandangannya juaraaak. Latar gunung hijau berkontur langit kayak gunung es. Mungkin ngga dapat pemandangan ini andai saya datang malam hari.

4. Apa saja yang perlu disiapkan sebelum ke Kawah Ijen?



  • Latihan fisik dulu sebelum muncak, jogging-jogging, penting.
  • Istirahat yang cukup minimal 4 jam sebelum mendaki.
  • Jangan lupa bawa botol minuman. Akua. Ini wajib ya. Untuk jaga-jaga juga kalau kita enggak tahan dengan bau belerangnya dan ketika pernafasan mulai sesak, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah minum sebanyak-banyaknya untuk menetralisir.
  • Pakai baju dingin.
  • Ternyata ada warung di spot sebelum ke puncak. Untuk sejenak istirahat, seduh-seduh kopi atau pop mie, tapi jaraknya masih lumayan mendekati pos. Pastikan urusan pertoiletan selesai sebelum muncak.
  • Tak perlu bawa barang bawaan berlebihan.
  • Jika ada dana lebih, kamu bisa pakai jasa guide lokal untuk kenyamanan dan keamanan. Ngebantu penduduk lokal juga kan?
  • Kalau mau berburu blue fire, bisa datang dini hari. Pukul 01.00 pos sudah dibuka. Karena enggak punya pengalaman trekking dini hari, jadi enggak bisa sharing banyak genks. Hehe.
  • Bawa masker. Apalagi kalau pas angin gede banget dan ada bau belerang yang menyengat. Kalau misal tidak membawa masker, kain dibasahi dengan air trus ditutupkan ke hidung juga bisa sebagai penggantinya. Begitu tips dari bapak penambang disana.
  • Hmm.. apalagi ya? Mungkin be good saja sih. Jangan petakilan sama alam. Selalu lupa berdoa agar selalu diberikan keselamatan.


5. New normal, kawah ijen sudah dibuka?

Dari berbagi sumber yang penulis himpun, Banyuwangi sudah membuka Kawah Ijen sejak Juli kemarin dengan menerapkan aturan kesehatan. Dilansir dari berita tribunnews, Mulai 1 Oktober, wisatawan wajib registrasi online dengan pembayaran Virtual account. Saat ini juga dibatasin pengunjungnya. Selengkapnya, bisa cek saja genks akun resmi Pariwisata Banyuwangi @banyuwangi_tourism atau @twakawahijen_official.

Kurang lebih itu dulu genks yang bisa saya bagikan terkait tips sebelum ke kawah ijen untuk pemula yang baru pertama kali.  Suwun sudah membaca. Semoga postingan ini bermanfaat!

12 comments

  1. Enak memang kalo mendaki gunung. Tapi sayangnya kawah Ijen jauh ada di Banyuwangi, kalo dekat Banten mungkin ingin sekali kesana.

    Pesona blue fire kawah Ijen memang juara ya.😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mas agus. Apalagi musim2 penat seperti ini. bisa menghirup udara pegunungan menurutku menyehatkan. smoga kapan2 berkesempatan ke ijen ya mas..

      Delete
    2. Aamiin, semoga suatu saat bisa ke kawah Ijen dan melihat blue fire yang fenomenal itu mas Rifan.😃

      Delete
  2. wah, sehabis pandemi aku mau langsung mendaki ah :D

    ReplyDelete
  3. Terima kasih buat tipsnya Mas.
    Kawah Ijen nih salah satu tempat impian yang pengen saya kunjungi nih, soalnya api birunya itu unik banget.

    ReplyDelete
  4. Nah itu ,kalau urusan pertoiletan saya bisa nyerah. Apalagi diatas dingin, ah pengennya beser melulu
    Jangan bawa barang terlalu banyak, itu memang penting.

    ReplyDelete
  5. Wah, menarik. Emak-emak milenial macam saya aman buat ke situ gak ya? Medannya gak terlalu sulit? Hahahaha ... pertanyaannya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. insha allah aman bu agus.. menurut saya medannya mudah by.

      kalau misal nggak kuat, bisa ikutan taksi manusia hehe.

      Delete
  6. Mas, mau mastiin jaraknya deh. Td di atas ditulis ke kawahnya itu dari pos Paltuding kurleb 3 KM aja dengan Medan udh bagus. Tp kemudian aku baca lagi, kalo ke puncaknya tergantung jalan nya gmn, bisa 2-3 jam jalan santai.

    Itu ga termasuk di 3 km td mas?

    Krn kalo cm 3 km, aku terbiasa jalan jogging 5 km hanya makan waktu 50 menitan. Kalo 3 km itu palingan 25-30 menit jalan santai . Ato maksudnya 3 km td hanya sampai kawah, tp belum sampai puncak? Ato jgn2 jalannya curam bannget yaa :p

    Pengeeen banget ksanaaa :). Blm kesampaian nih. Kalo jadi road trip kliling Jawa after pandemi, aku udh niat hrs bangettt mampir ksana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu ke sana dulu, saya lihat plang 3 km di Paltuding. Jadi 3 km itu kayaknya jarak dari gerbang ke pinggir kawah, Mbak Fanny. Kalau Mbak Fanny biasa jogging 5 km dalam 50 menitan, kayaknya kurang dari 3 jam Mbak Fanny sudah bisa tiba di pinggir kawah. Barangkali yang perlu diperhatikan cuma soal kemiringan jalur dan suhu udara yang lumayan dingin, terlebih kalau trekkingnya malam-malam.

      Delete
  7. Maturnuwun panduannya, mas.
    Next kalau kesampaian ke Kawah Ijen, kuingat semua sarannya.

    ReplyDelete

Silakan beri pendapatmu tentang tulisan ini, dan bagikan pengalamanmu di komentar ya! Terima Kasih