Menemukan Edensor di Cappadocia, Turkey

Gusti Allah sungguh Maha Dahsyat ya. Maha Dahsyat karena ciptaan-ciptannya yang dahsyat. Maha Dasyat karena Dia selalu punya rentetan plot twist terbaik yang sulit ditebak perihal nasib tiap-tiap manusia. Perjalanan kali ini juga plot twist, dan masih ngga nyangka kalo akhirnya diberi anugerah untuk menapakkan kaki backpackingan secara mandiri ke Turki untuk pertama kalinya.


Di hari pertama, 9 October saya gendong ransel kemana-mana menikmati 12 jam dulu di kota Istanbul. Keliling-keliling Sultanahmet di pagi hari hingga Taksim sampai sore. Autumn pertama kali saya. Disapa daun yang menguning dan berjatuhan. Momen yang membuat saya jatuh cinta dengan Turki pada pandangan pertama.

Pukul 23.00 saya mengambil penerbangan domestik menuju ke Kayseri, lalu dianter shuttle bus sejam ke hostel Kapadokya. Tiba dini hari, mata sudah ngantuk parah kelewatan sunrise di hari pertama dan beruntung mendapat momen terbaiknya di pagi kedua. Alhamdullah cuaca lagi BAIK banget.


Göreme, namanya. Sebuah negeri dongeng. Bagi saya, Cappadocia ibarat edensor. Tau Edensor? Kalau kamu baca novelnya Andrea Hirata pasti ngerti. Hehe.

Menyaksikan matahari terbit disini dengan langit ungu berspektrum keemasan nggak berhenti membuat saya terpana. Langit yang bertaburan balon api yang meliuk-liuk membuat saya mabuk kepayang.

Hawa dingin merasuk ke switer orenku, di momen cantik dekat bukit-bukit berbatu inilah saat-saat paling hikmat untuk berdialog dengan diri sendiri.

Siang hari, karena waktu itu nggak join green tour, sebagai backpacker on budget yang demen ngilang dan gak suka diburu-buru, saya memilih jalan kaki wandering ke bukit dekat tengah kota sambil menatap panorama Göreme dari puncak bebatuan, ngadem di balik cave yang dikelilingi pohon rindang.

Sempat khawatir sama kaki yang baru saja sembuh dr recovery, alhamdulillah walau kadang senut-senut nggak nyampe kesleo. Cukup terik kalo siang, tapi sepoi anginnya sejuk juga. Ya terik tapi angin campuran karena pergantian musim. Gapake sepatu trekking, so far aman aja. Botol minuman udah sisa setengah. 😬


Ada penyedia paket One day green tour yang dibandrol sekitar 40 Euro-an kalau mau explore ke banyak tempat, bisa sewa jeep, kuda atau opsi paling enak si sewa motor. Karena edisi jalan selow dan hemat, saya pilih jalan santai saja di sekitaran open air museum yang berjarak 2 kiloan dari penginapan. Bebas nyari spot yang sepi turis.



Menyenangkan melihat sisi kota kuno yang unik ini. Saya benar-benar merasakan seperti throwback pada zaman bahula seperti dalam serial kartun Fred Flintstones. Negeri dongeng yang menyimpan sejarah peradaban yang panjang.

Berdasarkan sumber, dipercaya sudah ada pemukiman di Göreme ini sejak Kaisar Hettite BERABAD-ABAD yang lalu sebelum kita, di 1800 dan 1200 SM. Para kaisar memimpin penduduk asli untuk menggali terowongan ke dalam batu untuk melarikan diri dari kekacauan politik. Wilayah Nesvehir (Underground city di Derinkuyu, misalnya) dulunya dijadikan sebagai rumah pemukiman umat nasrani yang menjadi eksil ketika kekuasaan Roman.

Tidak ada komentar

Silakan beri pendapatmu tentang tulisan ini, dan bagikan pengalamanmu di komentar ya! Terima Kasih